Keterampilan
Menjelaskan
a. Pengertian
1) Penyajian informasi secara
lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan,
misalnya hubungan sebab-akibat, definisi-contoh, atau sesuatu yang belum
diketahui.
2) Penyampaian informasi yang
terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri
kegiatan menjelaskan.
3) Pemberian informasi merupakan
salah satu aspek penting dari kegiatan guru dalam proses interaksi
pembelajaran.
b. Tujuan
1) Membimbing siswa untuk dapat memahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif dan bernalar.
2) Melibatkan siswa dalam
berpikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
3) Mendapatkan balikan dari siswa
mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
4) Membimbing siswa untuk
menghayati, mendapat proses penalaran, dan menggunakan bukti-bukti dalam
memecahkan masalah.
c. Alasan Penguasaan Keterampilan Menjelaskan
1) Meningkatkan efektivitas
pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi siswa,
karena pada pada umumnya pembicaraan
lebih didominasi guru daripada siswa.
2) Penjelasan yang diberikan guru
seringkali tidak jelas bagi siswa, walaupun guru menganggap sudah jelas.
Misalnya guru selalu mengatakan: “sudah jelas, bukan?” atau “dapat dipahami, bukan?” Oleh karena itu, kemampuan mengelola tingkat
pemahaman siswa sangat penting dalam memberikan penjelasan.
3) Tidak semua siswa dapat
menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya. Guru perlu membantu
siswa menjelaskan hal-hal tertentu.
4) Kurangnya sumber belajar yang
dapat dimanfaatkan siswa dalam belajar. Guru perlu membantu siswa dengan cara
memberikan infor-masi berupa penjelasan yang cocok dengan materi yang
diperlukan.
d. Komponen-komponen Keterampilan Menjelaskan
1. Komponen Merencanakan
a) Penjelasan yang diberikan guru
perlu direncanakan dengan baik terutama berkenaan dengan isi pesan dan penerima
pesan.
b) Isi pesan (materi) meliputi: (1) analisis masalah secara menyeluruh, (2) penentuan jensi hubungan
yang ada di antara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus,
atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.
c) Penerima pesan (siswa)
hendaknya diperhatikan hal-hal atau perbedaan-perbedaan pada setiap aspek siswa
yang akan menerima pesan seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang
sosial, bakat-minat, serta lingkungan belajar siswa.
2.
Penyajian Suatu Penjelasan
Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan
hasilnya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Kejelasan: Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti siswa. Menghindari penggunaan ucapan seperti “ee”, “aa”, “mm”,
“kira-kira”, “umumnya”, “biasanya”, “seringkali”, dan ucapan atau istilah yang
tidak dapat dipahami siswa.
b) Penggunaan contoh dan ilustrasi: Penjelasan sebaiknya menggunakan contoh dan ilustrasi
yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui siswa dalam kehidupan
sehari-hari.
c) Pemberian tekanan: Penjelasan harus memusatkan perhatian siswa kepada masalah pokok dan
mengurangi informasi yang tidak penting. Dalam hal ini guru dapat menggunakan
tanda atau isyarat lisan seperti: “Yang terpenting adalah”, “Perhatikan
baik-baik konsep ini”, atau “Perhatikan, yang ini agak sukar”, dan sebagainya.
d) Penggunaan balikan: Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan
pemahaman, keraguan, atau ketidak-mengertiannya, ketika penjelasan itu
diberikan. Hal ini dapat dilakukan guru dengan mengajukan pertanyaan seperti:
“Apakah kalian mengerti dengan penjelasan tadi?” “Apakah penjelasan tadi
bermakna bagi kalian?” dan sebagainya.
e. Prinsip-prinsip Keterampilan Menjelaskan
Beberapa prinsip
yang perlu diperhatikan dalam keterampilan menjelaskan adalah:
1) Penjelasan
dapat diberikan pada awal, tengah, maupun di akhir pertemuan. Hal ini
tergantung dari keperluannya dan penjelasan juga dapat diselingi dengan tujuan
pembelajaran.
2) Penujelasan
harus relefan dengan tujuan pembelajaran.
3) Guru
dapat memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari siswa atau yang
direncanakan oleh guru sebelumnya.
4) Materi penjelasan harus bermakna bagi
siswa.
5) Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan
dan cirri-ciri serta karakteristik siswa.
f. Penerapan dalam Microteaching
Sajikan penjelasan selama 10 menit.
Selama anda berlatih, fasilitator akan mengamati dan
merekam semua aktivitas Anda dengan menggunakan lembar
observasi sebagai pedoman. Nilailah penjelasan yang anda berikan tersebut dengan bantuan fasilitator.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar